Rabu, 24 April 2013

Refleksi "Elegi Ritual Ikhlas 25: Menggapai Diri"




Elegi dari bapak ini lagi-lagi menyadarkan saya bahwasannya  dunia ini merupkan sebuah cerminan dari apa yang ita lakukan. Jika kita tersenyum kepada dunia, maka dunia juga akan tersenyum kepada kita. Tetapi jika kita menghujat dunia, maka dunia juga akan menghujat kita. Jika kita berlaku sombong kepada dunia, maka dunia juga akan berlaku sombong kepada kita. Jika kita santun kepada dunia maka dunia juga akan berlaku santun kepada kita. Maka dari itu, jika kita ingin merasakan dunia yang nyaman, tentram dan damai, kita harus intropeksi pada diri kita. Apakahkita sudah berlaku damai atau belum. Karena dunia ini persis seperti apa yang kita rasakan. Karena setinggi-tinggi urusan dunia dan akhirat adalah ikhlas adanya. Maka bermanyaklah ikhlas, maka dunia ini pun akan ikhlas sengan adanya kita.  Karena untuk kita semuanya yang selalu ikhlas dalam membaca dan berusaha semoga Tuhan YME selalu melimpahkan rakhmat dan hidayahnya. Aamiin..
Terima kasih

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-menggapai-refleksi-diri.html?showComment=1366842945421#c7026764071181423351

Refleksi "Elegi Ritual Ikhlas 24: Menggapai Doa dan Ikhtiar "




Setiap manusia pastilah memiliki keinginan dalam hidupnya, dan untuk mewujudkan itu semua diperlukan sebuah usaha. Usaha saja tidak cukup, namun kita senantiasa harus berdoa dan beriktiar. Karena kedua cara itu merupakan cara yang terbaik yang harus kita lakukan untuk mewujudkan apa yang kita inginkan. Namun, semua yang kita inginkan tidak semuanya dapat terwujud. Hal tersebut sesuai dengan ungkapan “bahwa Allah bukan memberikan apa yang kita inginkan, tapi Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan”. Jadi apabila kita tidak bisa meraih apa yang kita inginkan, maka kita harus ikhlas karena mungkin itulah takdir kita. Dan kita sebagai makhluk Tuhan yang beriman, kita harus beriman pada takdir kita dengan ikhlas.
Untuk itu marilah kita senantiasa untuk melaksanakan semua perintah Allah dan tinggalkan semua larangan Nya dengan berpedoman pada Al Qur’an dan sunah Rosul. Maka buanglah jauh-jauh kesombongan yang ada dalam diri kita . Buanglah jauh-jauh ke “AKU” an yang selalu kita bangga-banggakan di depan hadapan Nya. Mohon ampunlah selalu atas dosa-dosa dan berikanlah apa saja yang paling dicintai sekalipun semata-mata karena Allah. Dermakanlah harta di jalan Allah. Dan lawanlah diri sendiri jika perlu semata-mata karena mengharap ridha Allah. Berserah dirilah keharibaan Nya. Jika Allah SWT rida, maka segala-galanya. Tetapi jika belum rida, maka segala-galanya pula. Dengan usaha kita yang sungguh-sungguh, insyAllah Allah akan mengabulkan do’a kita. Aamiin….
Terima Kasih

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-menggapai-doa-dan-ikhtiar.html?showComment=1366842300208#c7407719802654365897

Refleksi "Elegi Ritual Ikhlas 23: Menggapai Cinta Ilahi"




Kerinduanmu kepada Allah SWT adalah dalam rangka cintamu kepada Nya. Taubatmu kepada Allah adalah dalam rangka Cintamu kepada Nya. Sabar dan ikhlasmu kepada Allah juga dalam rangkan Cintamu kepada Nya. Maka dari itu, marilah perbanyak amalan kita dan tingkah baik kita sehinnga kita lebih dekat dengan Allah. Apabila kita dekat dengan Allah, maka rasa cinta itu akan semakin dekat pula. Kecintaan kita kepada Allah dapat terlihat pada seseorang saat beribadah. Orang yang saat beribadah ataupun berdo’a sampai menangis, maka dia adalah orang yang memiliki hati yang lembut. Karena salah satu manfaat tangisan itu adalah mengubah batu hatimu menjadi salju dalam hatimu.
Orang yang belum mencintai Tuhan Nya maka dialah orang yang susah dan dilanda kesedihan, yaitu orang yang masih memperhitungkan dan mempertanyakan seberapa Cinta Tuhan Nya terhadapnya. Jika kita belum mencintai Allah  janga harap kita  bisa bertemu Tuhan Mu, ketahuilah bahwa bertemu dengan Tuhan itu adalah kenikmatan yang paling tinggi tiada tolok bandingannya, karena Tuhan memiliki seluruh sifat keindahan dalam segala tingkatannya yang sempurna. Maka jikalau seseorang telah merasakan nikmatnya bertemu dengan Allah, maka cintanya kepada Nya akan selalu ditambah-tambahkan. Agar kita mampu mencintal Allah dan dicintai Allah maka berusahalah agar engkau menjadi kekasih Nya. Itulah sebenar-benar perjuangan umat manusia yaitu bagaimana agar bisa menjadi kekasih Allah SWT. Aamiin…
Terima Kasih

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-menggapai-cinta-ilahi.html?showComment=1366841228830#c3208356812793418366

Refleksi "Elegi Ritual Ikhlas 22: Perkelahian Keburukan dan Kebaikan "




Jika ada kebaikan, pastilah ada keburkan. Hal ini tejadi karena untuk menyeimbangkan keadaan. Kebaikan dan keburkan adalah dua hal yang saling bertolak belakang.  Dalam elegi tersebut, dijelaskan bahwa ada empat hal yang merupakan suatu kebaikan dan ada empat hal yang merupakan suatu keburukan. Empat hal yang merupakan suatu kebaikan yaitu: pertama, sifat malu pada laki-laki itu baik, tetapi sifat malu pada perempuan itu lebih baik; kedua, sifat adil pada setiap orang itu baik, tetapi sikap adil dari seorang pemimpin itu lebih baik; ketiga, orang tua bertaubat itu baik, tetapi orang muda bertaubat itu lebih baik; keempat, sifat pemurah orang kaya itu baik, tetapi sifat pemurah orang miskin itu lebih baik.
Sedangkan empat hal yang merupak suatu keburukan yaitu: pertama, dosa yang diperbuat oleh orang muda itu buruk, tetapi dosa yang diperbuat orang tua itu lebih buruk lagi; kedua, sibuk urusan dunia oleh orang bodoh itu buruk, tetapi lebih buruk lagi sibuk urusan dunia oleh orang pintar; ketiga, malas beribadah bagi orang bodoh itu buruk, tetapi lebih buruk lagi malas bagi orang pintar; keempat, sombongnya orang kaya itu buruk, tetapi lebih buruk lagi sombongnya orang miskin.
Maka dari itu, kita sebagai manusia haruslah pintar dalam bertingkah laku dan memilih mana yang baik untuk kita lakukan dan mana yang buruk sehingga kita tidak lakukan. Marilah kita sebagai hamba Allah yang tak luput dari dosa, untuk perbanyaklah bertaubat. Ada syarat-syaratnya orang bertaubat: membaca istighfar, menyesal dalam hati, melepaskan diri dari perbuatan maksiat, berjanji tidak akan mengulangi dosa-dosa, mencintai akhirat, gemar belajar dan beribadah. Kita juga harus meyakini bahwa yang benar itu akan menang dari yang kalah. Semoga kita termasuk dalam golangan orang-orang yang beruntung. Amiin…
Terima Kasih

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-perkelahian-keburukan-dan-kebaikan.html?showComment=1366840264175#c8863851921539753959

Refleksi "Elegi Ritual Ikhlas 21: Menggapai Ramai"




Berdasarkan artikel tersebut, hal yang dapat saya ambil yaitu ketika kita menyebut nama Allah SWT. Maka dari itu perbanyaklah berdzikir, dengan berdzikir kita maka suara itu tidak hanya terdengar di seluruh tubuh tetapi suara itu terdengar di seluruh lingkunganku sampai batas pikiranku. Maka dari itu, perbanyaklah dzikir, namun harus dilakukan dengan sepenuh hati. Sepenuh hati tidak harus keras, namun dengan khusuk. Jadi walaupun sangat lirih asalkan dengan baik dan benar maka Allah akan mendengarnya, karena sesngguhnya Allah maha mendengar. Marilah kita sebagai hamba Allah yang beriman, perbanyaklah mengagungkan nama Allah dan perkecillah untuk mengucapkan hal-hal yang tidak penting (mengobrol yang tidak penting).
Terima Kasih

http://powermathematics.blogspot.com/2011/10/elegi-menggapai-ramai.html?showComment=1366839323174#c5436141290476255537