Jika ada
kebaikan, pastilah ada keburkan. Hal ini tejadi karena untuk menyeimbangkan
keadaan. Kebaikan dan keburkan adalah dua hal yang saling bertolak
belakang. Dalam elegi tersebut,
dijelaskan bahwa ada empat hal yang merupakan suatu kebaikan dan ada empat hal
yang merupakan suatu keburukan. Empat hal yang merupakan suatu kebaikan yaitu: pertama,
sifat malu pada laki-laki itu baik, tetapi sifat malu pada perempuan itu lebih
baik; kedua, sifat adil pada setiap orang itu baik, tetapi sikap adil dari
seorang pemimpin itu lebih baik; ketiga, orang tua bertaubat itu baik, tetapi
orang muda bertaubat itu lebih baik; keempat, sifat pemurah orang kaya itu
baik, tetapi sifat pemurah orang miskin itu lebih baik.
Sedangkan empat
hal yang merupak suatu keburukan yaitu: pertama, dosa yang diperbuat oleh orang
muda itu buruk, tetapi dosa yang diperbuat orang tua itu lebih buruk lagi;
kedua, sibuk urusan dunia oleh orang bodoh itu buruk, tetapi lebih buruk lagi
sibuk urusan dunia oleh orang pintar; ketiga, malas beribadah bagi orang bodoh
itu buruk, tetapi lebih buruk lagi malas bagi orang pintar; keempat, sombongnya
orang kaya itu buruk, tetapi lebih buruk lagi sombongnya orang miskin.
Maka dari
itu, kita sebagai manusia haruslah pintar dalam bertingkah laku dan memilih
mana yang baik untuk kita lakukan dan mana yang buruk sehingga kita tidak
lakukan. Marilah kita sebagai hamba Allah yang tak luput dari dosa, untuk
perbanyaklah bertaubat. Ada syarat-syaratnya orang bertaubat: membaca
istighfar, menyesal dalam hati, melepaskan diri dari perbuatan maksiat,
berjanji tidak akan mengulangi dosa-dosa, mencintai akhirat, gemar belajar dan
beribadah. Kita juga harus meyakini bahwa yang benar itu akan menang dari yang
kalah. Semoga kita termasuk dalam golangan orang-orang yang beruntung. Amiin…
Terima Kasih
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-perkelahian-keburukan-dan-kebaikan.html?showComment=1366840264175#c8863851921539753959
Tidak ada komentar:
Posting Komentar