Kamis, 06 Juni 2013

Refleksi "Elegi Menggapai "Intuitionism as the Epistemological Foundation of Mathematics"





Setelah membaca Elegi di atas,  saya dapat berpendapat bahwa intuisi merupakan hal yang sangat penting dimiliki oleh seorang siswa.  Seperti gagasan Penting yang diuraikan oleh Soehakso RMJT (1989) bahwa untuk Brouwer, sumber satu-satunya dari pengetahuan matematika adalah intuisi primordial "dua-kesatuan" di mana pikiran memungkinkan untuk dilihat mental yang berantakan momen kehidupan ke dua bagian yang berbeda, menganggap mereka sebagai bersatu kembali, sedangkan sisanya dipisahkan oleh waktu.
Dari uraian di atas telah dijelaskan bahawa matematika adalah ilmu yang bersifat sintetik a priori. Pengetahuan matematika di satu sisi bersifat “subserve” yang artinya hasil dari sintesis pengalaman inderawi; di sisi yang lain matematika bersifat “superserve” yang artinya bahawa  pengetahuan a priori sebagai hasil dari konsep matematika yang bersifat immanen dikarenakan didalam pikiran kita sudah terdapat kategori-kategori yang memungkinkan kita dapat memahami matematika tersebut. Menurut intuisionisme, matematika pada dasarnya adalah suatu kegiatan konstruksi. Maka dari itu, Untuk mempelajari matematika, tidak perlu hanya dengan menghafalkan rumus-rumus saja. Namun harus dipahami dan diteleti mengapa muncul rumus seperti itu. Oleh karena itu, intuisi anak haruslah dipacu untuk dapat berkembang.
Terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar