Setelah membaca Elegi di atas,
saya dapat berpendapat bahwa intuisi merupakan hal yang sangat penting
dimiliki oleh seorang siswa. Seperti gagasan
Penting yang diuraikan oleh Soehakso RMJT (1989) bahwa untuk Brouwer, sumber
satu-satunya dari pengetahuan matematika adalah intuisi primordial
"dua-kesatuan" di mana pikiran memungkinkan untuk dilihat mental yang
berantakan momen kehidupan ke dua bagian yang berbeda, menganggap mereka
sebagai bersatu kembali, sedangkan sisanya dipisahkan oleh waktu.
Dari uraian di atas telah dijelaskan bahawa matematika adalah ilmu
yang bersifat sintetik a priori. Pengetahuan matematika di satu sisi bersifat
“subserve” yang artinya hasil dari sintesis pengalaman inderawi; di sisi yang
lain matematika bersifat “superserve” yang artinya bahawa pengetahuan a priori sebagai hasil dari konsep
matematika yang bersifat immanen dikarenakan didalam pikiran kita sudah
terdapat kategori-kategori yang memungkinkan kita dapat memahami matematika
tersebut. Menurut intuisionisme, matematika pada dasarnya adalah suatu kegiatan
konstruksi. Maka dari itu, Untuk mempelajari matematika, tidak perlu hanya
dengan menghafalkan rumus-rumus saja. Namun harus dipahami dan diteleti mengapa
muncul rumus seperti itu. Oleh karena itu, intuisi anak haruslah dipacu untuk
dapat berkembang.
Terima kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar