Kamis, 06 Juni 2013

REFLEKSI "Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 8: Architectonic Mathematics (1) "




Setelah membaca Elegi di atas, saya sependapat dengan bapak bahwa pembudayaan matematika di Perguruan Tinggi dapat dilakukan dengan cara mendorong kemandirian mahasiswa untuk membangun sendiri (tentu dengan bantuan dosen) struktur-struktur matematika nya. Seperti yang sudah dipaparkan di atas, bahwa untuk ” to construct their own knowledge of mathematics" dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yaitu dengan kegiatan RISET MATEMATIKA.
Namun, yag sekarang masih menjadi masalah yaitu bagaimana cara menampakan atau mempromosikan Architectonic Mathematics pada proses belajar matematika di sekolah. Untuk melakukan hal tersebut sanagatlah tidak mudah, kita harus menyadari bahwa secara pedagogis dan secara psikologis, karakter belajar matematika orang dewasa dan anak-anak itu sangat berbeda. Maka dari itu, haruslah dilakukan Transforming Phenomena secara besar-besaran untuk semua aspek belajar matematika termasuk subyek belajar matematika dan matematika nya itu sendiri.
Terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar