Setelah membaca Elegi di atas, saya sependapat dengan
bapak bahwa pembudayaan matematika di Perguruan Tinggi dapat dilakukan dengan
cara mendorong kemandirian mahasiswa untuk membangun sendiri (tentu dengan
bantuan dosen) struktur-struktur matematika nya. Seperti yang sudah dipaparkan
di atas, bahwa untuk ” to construct their own knowledge of mathematics"
dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yaitu dengan kegiatan RISET
MATEMATIKA.
Namun, yag sekarang masih menjadi masalah yaitu
bagaimana cara menampakan atau mempromosikan Architectonic Mathematics pada
proses belajar matematika di sekolah. Untuk melakukan hal tersebut sanagatlah
tidak mudah, kita harus menyadari bahwa secara pedagogis dan secara psikologis,
karakter belajar matematika orang dewasa dan anak-anak itu sangat berbeda. Maka
dari itu, haruslah dilakukan Transforming Phenomena secara besar-besaran untuk
semua aspek belajar matematika termasuk subyek belajar matematika dan
matematika nya itu sendiri.
Terima kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar