Seni dan bahasa adalah dua hal yang tidak bisa
diciptakan. Sebuah seni yang indah, namun diungkapkan dengan bahasa yang tidak
baik maka akan menjadikan seni itu tidak menarik pula. Begitu pula dengan
bahasa, bahasa yang baik dan benar namun dikemas dengan tidak baik maka akan
menghasilkan bahasa yang tidak memiliki seni atau dengan kata lain membosankan.
Dan itu juga yang terjadi pada matematika, matematika harus memiliki unsur seni
dan bahasa yang baik. Hal itu agar tidak terjadi kerancuan atau kebingungan
dalam penggunaannya. Seperti halnya dengan tanda (x ) x dalam matematika
berarti kali dan dalam bahasa indonesia berarti huruf eks. Untuk menggantikan
tanda kali dalam matematika maka dapat diganti dengan tanda . (dibaca dot)
sehingga tidak menimbulkan kerancuan dalam penggunaannya. Karena matematika
diberikan pada siswa dari SD- PT maka penggunaanya pun berbeda. Seperti halnya
tanda kali (x) dalam pembelajaran matematika di SD masih tetap digunakan, hal
itu karena disesuaikan dengan tinggkat pola pikir mereka. Sedangkan di SMP dan
SMA sudah menggunakan tanda . (dot). Bahasa dan seni yang digunakan dalam
pembelajaran matematika hendaknya disesuaikan dengan tingkat siswanya. Seperti itulah
pendapat yang dapat saya sampaikan dari artikel di atas.
Terima Kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar