Rabu, 03 April 2013

REFLEKSI "Dialog Internasional 1 Pendidikan Matematika"



Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit bagi beberapa orang. Hal itu terlihat dari banyak orang yang memiliki presepsi yang kurang baik terhadap matematika. Setelah membaca artikel di atas, saya berpendapat bahwa presepsi adalah salah satu hal yang penting untuk menumbuhkan minat ataupun rasa suka pada diri seseorang. Jika sejak awal seseorang memiliki presepsi yang baik terhadap matematika, maka akan  sangat mungkin jika matematika akan sangat menyenangkan. Apalagi bagi seorang guru, seorang guru harus pintar dalam memberikan pandangan kepada siswa bahwa matematika adalah pelajaran yang menyenangkan sehingga mampu membangun presepsi siswa terhadap mata pelajaran matematika.
          Sebuah presepsi dapat dibentuk sejak awal, ada beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya pikiran awal atau presepsi awal pada siswa yaitu : faktor genetik dan lingkungan. Faktor genetik juga berpengaruh teradap pandangan ataupun pikiran awal dari peserta didik. Seorang peserta didik yang memiliki keturunan yang suka terhadap matematika maka akan sangat mngkin peserta didik itu akan senang terhadap matematika juga. Faktor yang lain yaitu lingkungan. Manusia hidup dalam sebuah lingkungan, begitu pula peserta didik. Seorang peserta didik yang berada dalam lingkungan yang menyukai matematika akan mungkin jika dia suka terhadap matematika juga. Hal tersebut karena  adanya peran dari sebuah pengalaman. Di mana ada pepatah yang mengatakan bahwa “sebaik-baik ilmu adalah pengalaman”, jadi semakin banyak pengalaman terhadap dunia matematika maka rasa ketertarikan pada matemati pun semakin tinggi. Aspek lain yaitu komunikasi, dimana komunikasi sangat penting dalam hidup. Karena komunikasi adalah langkah awal untuk berinteraksi, dan dengan berinteraksi peserta didik dapat mendapatkan banyak informasi.
Sekian pendapat kami, terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar