Matematika
merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit bagi beberapa orang. Hal
itu terlihat dari banyak orang yang memiliki presepsi yang kurang baik terhadap
matematika. Setelah membaca artikel di atas, saya berpendapat bahwa presepsi
adalah salah satu hal yang penting untuk menumbuhkan minat ataupun rasa suka
pada diri seseorang. Jika sejak awal seseorang memiliki presepsi yang baik
terhadap matematika, maka akan sangat mungkin
jika matematika akan sangat menyenangkan. Apalagi bagi seorang guru, seorang
guru harus pintar dalam memberikan pandangan kepada siswa bahwa matematika
adalah pelajaran yang menyenangkan sehingga mampu membangun presepsi siswa
terhadap mata pelajaran matematika.
Sebuah presepsi dapat dibentuk sejak
awal, ada beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya pikiran awal atau
presepsi awal pada siswa yaitu : faktor genetik dan lingkungan. Faktor genetik
juga berpengaruh teradap pandangan ataupun pikiran awal dari peserta didik. Seorang
peserta didik yang memiliki keturunan yang suka terhadap matematika maka akan
sangat mngkin peserta didik itu akan senang terhadap matematika juga. Faktor yang
lain yaitu lingkungan. Manusia hidup dalam sebuah lingkungan, begitu pula
peserta didik. Seorang peserta didik yang berada dalam lingkungan yang menyukai
matematika akan mungkin jika dia suka terhadap matematika juga. Hal tersebut
karena adanya peran dari sebuah
pengalaman. Di mana ada pepatah yang mengatakan bahwa “sebaik-baik ilmu adalah
pengalaman”, jadi semakin banyak pengalaman terhadap dunia matematika maka rasa
ketertarikan pada matemati pun semakin tinggi. Aspek lain yaitu komunikasi, dimana
komunikasi sangat penting dalam hidup. Karena komunikasi adalah langkah awal
untuk berinteraksi, dan dengan berinteraksi peserta didik dapat mendapatkan
banyak informasi.
Sekian
pendapat kami, terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar