Tidak ada yang dapat
melihat wujud Allah SWT, hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS.
Al A'raaf ayat 143 yang artinya “Dan tatkala Musa datang untuk
(munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah
berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah
(diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau." Tuhan
berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke
bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu
dapat melihat-Ku." Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu[565],
dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah
Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada
Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman”.
Kita
dapat mengenal wajah Allah SWT melalui Alquran, yaitu jalal-Nya, yaitu nama Allah yang
menunjukkan kebesaran-Nya, keagungan-Nya, kemahaperkasaan-Nya,
ketidakdapat-terbantahan-Nya, dan kekuatan-Nya untuk memaksa manusia, yang
sangat berat siksaan-Nya, Al-Mutaqim-Sang Pembalas Dendam. Dari sisi
jalaliyyah-Nya, Allah itu bersifat transenden, artinya Dia itu berada di luar
bayangan-bayangan kita. Jadi, kita tidak boleh membayangkan wujud Allah karena
itu bisa menuju pada sifat musrik. Dan dari sisi lain yaitu jamaliyyah-Nya,
yaitu sisi yang menunjukkan keindahan-Nya. Jika jalal berhubungan dengan zat
Allah, maka jamal berhubungan dengan sifat-sifat Allah. Maka kita sebagai hamba-Nya senantiasa harus
mengenali sifat-sifat Nya dan kita harus meniru dan meyerupai sifat-sifatnya.
Kita sebagai makhluk Allah SWT harus mampu berlaku seimbang antara
jalaliyyah-Nya dan jamaliyyah-Nya.
Kita
seharusnya banyak-banyak bersyukur kepada Allah, karena kita dipilih untuk
menjadi khalifah di bumi dibanding dengan makhluk lain. Oleh karena itu, kita
hidup di bumi ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk hal-hal yang positif dan
bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Sehingga apa yang kita
lakukan di bumi dapat dijadikan bekal kita di akhirat nanti. Aamiin…
Terima
kasih
http://powermathematics.blogspot.com/2011/10/elegi-bagawat-selatan-mengaji.html?showComment=1367758982626#c4572794799877321251
Tidak ada komentar:
Posting Komentar