Minggu, 05 Mei 2013

Refleksi "Elegi Ritual Ikhlas 33: Doakulah yang tersisa "





Rasa khawatir berada di antara batas hati dan pikiran. Dan rasa khawatir tersebut akan muncul saat seorang manusia berada dalam keragu-raguan. Untuk tehindar dari  keragu-raguan dalam diri kita, marilah kita gunakan hati kita sebagai komando dalam kita bertindak dan mengambil sebuah keputusan. Kita harus senantiasa mendengarkan kata hati kita, karena sebenar-benar apa yang akan kita lakukan adalah yang sesuai dengan hati kita. Agar apa yang kita lakukan sesuai dengan perintah Allah, kita senantiasa harus menjaga hati kita dan selalu membersihkan hati kita agar tidak kotor. Karena apabila hati kotor, maka pilihan atau jalan yang kita ambil pun akan salah.
Untuk menjaga hati kita agar tetap bersih, kita senantiasa harus selalu mendekatkan diri kepada Allah dan memperbanyak do’a. Karena dengan do’a, kita akan semakin dekat dengan Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam QS.Al baqarah ayat 186 yang artinya “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. Maka dari itu janganlah kita berputus asa jika do’a yang kita panjatkan kepada Allah belum terkabul, kita senantiasa harus bersabar dan terus perbanyak doa.  Dan siapa orang-orang yang tidak mau berdoa atau memohon kepada Allah, maka dialah orang yang sombong. Marilah perbanyak do’a kepada Allah SWT, semoga kita termasuk dalam golongan hamba-Nya yang beruntung. Aamiin…

Terima Kasih
http://powermathematics.blogspot.com/2011/10/elegi-menggapai-hati.html?showComment=1367759162107#c7063590282764811897

Tidak ada komentar:

Posting Komentar