Bila bicara mengenai matematika
maka yang ada dalam pikiran kita adalah sebuah angka-angka yang sangat rumit. Pemikiran
seperti itu merupakan akibat kesalahpahaman dari Architectonic Mathematics.
“Matematika merupakan pelajaran yang menyenangkan”, kalimat seperti itu
sharusnya muncul dari siswa. Untuk membentuk pemikiran seperti itu, kita
kembali lagi pada asumsi yang menyatakan bahwa matemtika tidak lain dan tidak
bukan adalah pemikiran para siswa itu sendiri. Jadi, siswa harus mampu
membangun pemikiran terhadap matematika sebagai sebuah pelajaran yang
menyenangkan. Karena setelah siswa berperan sebagai Architectonic Mathematics, maka mereka
harusnya mampu membangun matematika dalam pikirannya.
Dari artikel tersebut saya setuju
dengan adanya pembentukan atau pembangunan matematika pada diri siswa agar
mereka mampu memberikan kesan positif pada awal pembelajaran matematika. Setelah
kesan positif itu ada, maka akan sangat mungkin jika kesan menyenangkan terhadap
pelajaran matematika itu berlanjut sampai mereka paham dan menjadikan
matematika sebagai salah satu hal yang ada dalam dirinya.
Terima kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar