Rabu, 24 April 2013

Refleksi "Elegi Ritual Ikhlas 30: Tasyakuran Ketiga (Proyek Syurga)"




Yang harus kita lakukan di dunia ini agar kita dapat menjadi ahli surga antara lain:
Duapuluhtiga: Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Duapuluhempat: Terus-menerus Berdoa
Duapuluhlima: Berpartisipasi Dalam Melakukan Kebaikan (Memberikan Bantuan)
Duapuluhenam: Berpartisipasi dalam Acara-acara Keagamaan
Duapuluhtujuh: Menghidupkan Malam-malam yang Penting
Duapuluhdelapan: Membayar Khumus yang Diwajibkan Kepadanya sehingga Mensucikan Hartanya
Duapuluhsembilan: Menjalankan Semua Kewajiban Dengan Penuh Perhatian, Kerajinan, dan Kecermatan
Tigapuluh: Tidak Boleh Bergunjing
Kedelapan cara tersebut merupkan hal yang harus kita lakukan dan tingkatkan. Dengan ini, kita akan semakin dekat dengn Allah SWT. Teruslah berdoa dan berusaha sebaik mungkin, karena Allah telah memberikan yang terbaik. Maka dari itu kita juga harus memberikan yang terbaik dengan selalu berusaha menjalankan apa yang Allah perinthkan dan menjauhi yang dilarang. Semoga kita termasuk ke dalam Hamba-Nya yang beruntung. Aamiin…
Terima kasih

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-tasyakuran-spiritual-ketiga.html?showComment=1366853671170#c994468551643024023

Refleksi "Elegi Ritual Ikhlas 29: Tasyakuran Ke Dua (Proyek Syurga)"



Setelah membaca kesepuluh cara membangun proyek menghuni syurga, hal yang saya dapatkan adalah tenda tanya. Apakah saya sudah termasuk kedalam golongan orang yang sudah melakukan semua amalan tersebut. Membangun Proyek Menghuni Syurga:
Sebelas: Tidak Membongkar Aib Orang Beriman
Duabelas: Selalu Mulai Dengan Salam
Tigabelas: Selalu Belajar dan Bertanya tentang Sesuatu yang tidak Diketahui
Empatbelas: Melakukan Amar Makruf Nahi Munkar
Limabelas: Tidak Marah Kecuali Karena Allah
Enambelas: Tidak Menyia-nyiakan Waktunya untuk Sesuatu yang tidak Bermanfaat
Tujuhbelas: Melakukan Salat Malam
Delapanbelas: Menjadi Teladan dalam Akhlak yang Terpuji di Rumah, di Jalan, dan di Pekerjaan
Sembilanbelas: Menghadiri Majelis Zikir dan Majelis Husainiayah
Duapuluh: Memelihara Pandangan dari Apa yang Diharamkan Allah
Duapuluhsatu: Memiliki Kecemburuan pada Agamanya dan Isterinya
Duapuluhdua: Bagi Perempuan, Memakai Hijab Secara Sempurna, tidak Menampakkan Selembar Rambut pun dengan Sengaja dan Tidak Berhias untuk Orang Lain Selain Suaminya.
Setelah melanjutkan membaca cara membangun proyek menghuni syurga, lagi-lagi tanda tanya itu muncul lagi. apakah kita sudah termasuk orang yang mengamalkan dan melaksanakan semua itu? Jawaban diri saya adalah belum. Maka dari itu, marilah kita senantiasa berusaha dan meningkatkan amal dan perbuatan positif kita untuk sebagai bekal kita di akhirat nanti. Karena tidak ada kata terlambat untuk berubah ke arah yang lebih baik. Namun, kita tidak boleh bersantai dalam kebaikan. Karena umur seseorang tidak ada yang bisa menebak. Allah lah yang meha mengetahui segala sesuatu.
Terima kasih

 http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-tasyakuran-spiritual-ke-dua.html?showComment=1366851129009#c36227829270040888

Refleksi "Elegi Ritual Ikhlas 28: Tasyakuran Ke Satu (Proyek Syurga) "




Bagaimana Mengembangkan Proyek Menghuni Syurga sebagai berikut:
Pertama: Memelihara Waktu Shalat
Kedua: Menghadiri Salat Berjamaah
Ketiga: Bertasbih dengan Tasbih Azzahra, Terutama setelah Salat
Keempat: Selalu Membaca Shalawat Kepada Muhammad dan Keluarganya
Kelima: Selalu Beristighfar dan Memohonkan Ampunan
Keenam: Selalu Berzikir Kepada Allah
Ketujuh: Salat-salat Sunat Harian
Kedelapan: Menyambungkan Silaturahmi Terutama Dengan Orang Tua
Kesembilan: Menyesali Dosa
Kesepuluh: Bergaul Baik Antara Suami Isteri
Kehidupan yang fana ini marilah kita isi dengan hal-hal dan perbuatan-perbuatan yang bermanfaat, karena semua perbuatan yang kita lakukan  selama kehidupan yang singkat di dunia ini akan menjadi bekal kita untuk kehidupan di akhirat yang kekal nantinya. Maka, marilah kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dan menjalankan apa yang diperinthkan serta menjauhi segala yang dilarang. Dan perbanyaklah melakukan kesepuluh amalan dan ibadah tersebut. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung.
Terima Kasih

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-tasyakuran-spiritual-ke-satu.html?showComment=1366849541905#c2591081569637097220

Refleksi "Elegi Ritual ikhlas 27: Silaturakhim Para Ikhlas"




Silahturakhim adalah salah satu cara untuk menghapus dosa setiap orang, karena dengan bersilaturakhim dengan sesama kita akan saling maaf memafkan. Jadi, perbanyaklah bersilahturakhim. Dalam bersilahturakhim hendaknya kita berlaku ikhlas, karena ikhlas adalah salah satu jalan menuju kebaikan. Maka dari itu rasa Ikhlas dalam hati harus ditumbuhkan dari sekarang.Tuhan telah dan selalu memberikan rakhmat Nya untuk selalu hidup dan menghidupkan ciptaannya. Maka dari itu, kita patut untuk selalu mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan. Adapun segala ciptaanya diberikan keleluasannya untuk memproduksi tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesis sesuai dengan dimensinya, keikhlasannya dan daya pikirnya. Dan kita sebagai manusia hendaklah mampu menempatkan diri dengan saling bersilaturakhim dengan ikhlas. Jadi, amal ibadah manusialah yang menjadi penentu baik atau buruknya manusia, penentu syurga atau neraka.  Maka  dari itu, teruslah tingkatkan amal ibadah kita kepada Allah SWT.
Terima kasih

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-silaturakhim-para-ikhlas.html?showComment=1366848161970#c6194614741616856699

Refleksi "Elegi Ritual Ikhlas 26: Perlombaan Menjunjung Langit "




Dalam percakapan antara sang begawat dengan cantraka, saya dapat menyimpulkan bahwa kesombongan adalah salah satu penyebab bagi manusia sehingga dia tidak mampu untuk menjunjung langit. Orang yang bingung itu merugi dalam 2 (dua) hal. Pertama, dia merugi dalam pikirannya, tetapi juga merugi dalam hatinya. Maka kematiannya dikarenakan kurang ilmunya, baik ilmu dunia maupun ilmu hati. Maka kematiannya disebabkan karena kurang berilmu yang menyebabkan kebutaan. Jadi, perbanyaklah mencari ilmu, namun jangnlah kita sombong dengan ilmu yang kita dapatkan. Karena Ilmu dunia saja belum mencukupi untuk bekal di hari penantian nanti. Maka dari itu kita sebagai makhluk Allah hendaknya  harus juga mempelajari dan mengamalkan ilmu akhirat. Dan hanya orang-orang  yang berhati ikhlas dan berpikir kritislah yang akan memperoleh ilmu. Barang siapa berusaha menggapai dunia dan akhirat tanpa menggapai Ridhlo Nya maka dia akan terancam kematian. Oleh karea itu, marilah kita senantiasa berdo’a dan memohon kepada Allah dalam melakukan segala hal dan selalu bertaqwa beribadah berserah diri padaNYA agar kita mendapatkan keridaan-Nya. Aamiin…
Terima Kasih 

http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-perlombaan-menjunjung-langit.html?showComment=1366843664074#c7811731061614563445