Setelah membaca kesepuluh cara membangun
proyek menghuni syurga, hal yang saya dapatkan adalah tenda tanya. Apakah saya
sudah termasuk kedalam golongan orang yang sudah melakukan semua amalan
tersebut. Membangun Proyek Menghuni Syurga:
Sebelas: Tidak Membongkar Aib
Orang Beriman
Duabelas: Selalu Mulai Dengan
Salam
Tigabelas: Selalu Belajar dan
Bertanya tentang Sesuatu yang tidak Diketahui
Empatbelas: Melakukan Amar Makruf
Nahi Munkar
Limabelas: Tidak Marah Kecuali
Karena Allah
Enambelas: Tidak Menyia-nyiakan
Waktunya untuk Sesuatu yang tidak Bermanfaat
Tujuhbelas: Melakukan Salat Malam
Delapanbelas: Menjadi Teladan dalam
Akhlak yang Terpuji di Rumah, di Jalan, dan di Pekerjaan
Sembilanbelas: Menghadiri Majelis
Zikir dan Majelis Husainiayah
Duapuluh: Memelihara Pandangan
dari Apa yang Diharamkan Allah
Duapuluhsatu: Memiliki Kecemburuan
pada Agamanya dan Isterinya
Duapuluhdua: Bagi Perempuan, Memakai
Hijab Secara Sempurna, tidak Menampakkan Selembar Rambut pun dengan Sengaja dan
Tidak Berhias untuk Orang Lain Selain Suaminya.
Setelah melanjutkan
membaca cara membangun proyek menghuni syurga, lagi-lagi tanda tanya itu muncul
lagi. apakah kita sudah termasuk orang yang mengamalkan dan melaksanakan semua
itu? Jawaban diri saya adalah belum. Maka dari itu, marilah kita senantiasa
berusaha dan meningkatkan amal dan perbuatan positif kita untuk sebagai bekal
kita di akhirat nanti. Karena tidak ada kata terlambat untuk berubah ke arah
yang lebih baik. Namun, kita tidak boleh bersantai dalam kebaikan. Karena umur
seseorang tidak ada yang bisa menebak. Allah lah yang meha mengetahui segala
sesuatu.
Terima kasih
http://powermathematics.blogspot.com/2011/02/elegi-tasyakuran-spiritual-ke-dua.html?showComment=1366851129009#c36227829270040888
Tidak ada komentar:
Posting Komentar