Hanya
sebuah kesombongan yang disampaikan oleh Cantraka Hitam kepada santri kepala.
Dari percakapan di atas sangat terlihat jika Cantraka Hitam menganut ilmu
syirik yaitu dengan memuja-muja apa yang dimilikinya dan dengan memuja keris
pusaka. Untuk menyadarkan orang yang demikian maka dibutuhkan seorang
pembimbing yang sabar, ikhlas dan bijaksana seperti yang digambarkan oleh
santri kepala. Dengan mendekatkan diri kepada Allah maka dapat merubah manusia
dari yang sangat jauh dari kebaikan menjadi baik dan menjadi lebih dekat kepada
Allah. Karena Allah maha pengampun lagi maha penyayang, maka tidak ada kata
terlambat bagi manusia untuk memperbaiki dirinya sesuai jalan Allah SWT.
Asalkan mau bertaubat mohon ampun pada Allah dengan sungguh-sungguh maka
insyaAllah Allah akan mengampuni doa kita, amin. Jadi, hal yang dapat kami
petik dari percakapan di atas adalah awali segala sesuatu dengan niat, lalu
lakukannlah dengan ikhlas karena mencari keridoan dari Allah SWT.
Terima
Kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar