Rabu, 17 April 2013

Refleksi "Elegi Ritual Ikhlas 8: Tata Cara atau Adabnya Orang Berdoa"




DO'A


Doa adalah dzikir kepada Tuhan yang berisi permohonan dan pujian kepada-Nya dengan menyebut sifat-sifat dan nama-nama-Nya. Maka, senantiasa kita harus selalu berdoa kepada Allah karena Barang siapa mengetuk pintu lebih banyak maka ia mendekati terbukanya pintu tersebut untuknya. Mendo’akan kedua orang tua adalah sesutu yang tidak boleh kita tinggalkan, karena berbakti kepada orang tua merupakan salah satu amal shalih yang Agung bagi seorang muslim. Jadi, sudah merupakan kewajiban kita untuk melakukannya. Berdo’a tidak harus dengan suara yang keras dan jelas, berdoa itu cukup dengan suara yang lirih (tidak keras). Hal tersebut sesuai dengan firman Allah ”Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih” (QS Al-Araf: 55).  Karena berdoa dengan suara lirih itu menunjukkan sopan santun dan keikhlasan, maka akan mendekatkan kepada terkabulnya doa yang dipanjatkan. Berdoa dengan suara lirih juga menunjukkan iman yang tinggi, karena yang bersangkutan mengetahui bahwa Allah mendengar doa yang dipanjatkan dengan suara lirih. Suara lirih terasa lebih tunduk, lebih tulus dan ikhlas dan lebih memungkinkan berkonsentrasi dalam hati, dan lebih menjanjikan doa yang terus menerus karena suara lirih itu dihasilkan oleh suara lidah atau organtubuh lainnya yang tidak bersifat capai.
Marilah senantiasa untuk selalu memanjatkan do’a kepada Allah SWT, baik do’a untuk orang tua, teman, saudara, diri sendiri, atau orang lain yang kita cintai. Karena sesungguhnya doa adalah dzikir kepada Tuhan yang berisi permohonan dan pujian kepada-Nya dengan menyebut sifat-sifat dan nama-nama-Nya. Jadi doa adalah dzikir plus. Sesungguhnya nikmat yang paling besar adalah menghadap dan mengabdi kepada Tuhan. Smoga kita termasuk dalam hamba-hamba-Nya yang beruntung. Aamin..
Terima Kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar